BAGIAN IF PADA TV

Diposting oleh ISUR electron pada 10:05, 23-Apr-12

Di: SERVIS ELEKTRONIK

1. Memahami cara kerja bagian penguat Video
IF
1.01 Fungsi bagian penguat Video IF.
Penguat Video IF merupakan sebuah Band
Pass Amplifier yang berfungsi untuk
mempekuat frekwensi menengah atau IF
(Intermediate Frequency) sinyal pembawa
gambar yang berasal dari keluaran Tuner agar
levelnya mencukupi untuk dideteksi oleh bagian
video detektor. Untuk sistim PAL BG seperti di
Indonesia spektrum frekwensi penguat video IF
menggunakan center pada frekwensi 38.9Mhz
untuk IF sinyal pembawa gambar (video carrier)
dan 33.4Mhz untuk sinyal IF pembawa suara
(sound carrier)
1.02 Apa alasan penggunaan frekwensi IF.
Frekwensi yang digunakan oleh stasiun siaran
teve sangat luas sekali , mulai dari frekwensi
30Mhz hingga 900Mhz. Sinyal yang diterima
antena teve sangat lemah sekali (hanya sekian
per juta volt), dimana sinyal ini harus diperkuat
agar levelnya kurang lebih menjadi sekitar 2v
pp (peak-to-peak). Adalah sangat sulit untuk
men-desain sebuah penguat frekwensi tinggi
yang stabil yang mampu bekerja pada
spektrum frekwensi yang demikian luas seperti
ini. Achirnya diketemukan suatu cara
penerimaan yang dinamakan sistim
“Superheterodyne” dimana dengan cara ini dari
berbagai macam frekwensi yang diterima
antena perlu dirubah menjadi “hanya satu
macam frekwensi” saja, sehingga akan lebih
mudah dalam men-desian dan membuat bagian
penguatnya.
1.03 Bagian penguat Video IF sangat penting
karena menentukan kualitas-kualitas seperti :
* Sensitivitas penerimaan atau kemampuan
menerima sinyal dari antena yang lemah tetapi
tetap dapat memberikan kualitas gambar yang
bersih dari noise.
* Selektivitas penerimaan atau kemampuan
untuk memisahkan gangguan dari chanel yang
berdekatan
* Kualitas gambar atau kemampuan untuk
memberikan detail (resolusi) gambar yang
tajam.
1.04 Apakah sistim penerima (receicer)
Superheterodin itu ?
Penerima radio yang langsung memilih
frekwensi yang diterima antena, memperkuat
sinyal yang diterima dan kemudian langsung
dideteksi dinamakan penerima “stright” atau
penerima langsung. Sistim penerima seperti ini
mempunyai banyak kelemahan antara lain
karena kurang sensitif dan tidak selektif.
Sistim penerimaan yang dinamakan
superheterodin diperkenalkan oleh Edwin
Armstrong pada tahun 1918 untuk memperbaiki
cacat penerima stright, dimana sistim ini hingga
sekarang terus digunakan. Pada sistim
superheterodin sinyal yang diterima antena
dirubah dahulu menjadi frekwensi IF (frekwensi
menengah) dengan menggunakan sirkit RF
osilator dan mixer.
Besarnya frekwensi IF untuk penerima :
* AM receicer 455/450Khz
* FM receiver 10.7Mhz
* TV receiver ada beberapa sistim yaitu
38.0/38.9/45.75/Mhz. Teve sistim PAL BG/DK
menggunakan center frekwensi IF 38.9Mhz.
* TV satelit receicer 70Mhz
* Radar receiver 30Mhz
* Komunikasi receiver dengan gelombang mikro
70/250Mhz
1.05 Bagian-bagian dari penguat video IF
* Sirkit penyesuai impedansi input
* Penguat pre-amp transistor
* SAW filter
* Penguat IF
* AGC (Autimatic Gain Control)
* AFT (Automatic Fine Tuning)
* PLL atau VCO video detektor
* Noise inverter
* Video Indentification
1.05.1 Penyesuai impedansi input (Impedance
Matching)
Sirkit yang tersiri dari resistor dan kapasitor
atau induktor (coil) untuk menyesuaiakan
dengan impedansi output Tuner.
1.05.2 IF Pre amplifier
Pemakaian SAW filter menyebabkan terjadi
kerugian level sinyal video IF atau istilah
teknisnya “insertion loss”. Sebuah penguat Pre-
amp yang menggunakan sebuah transistor
digunakan untuk meg-“kompensasi” akibat
kerugian ini.
1.05.3 SAW filter (Surface Acoustic Wave)
Merupakan “filter band pass” yang hanya akan
melewatkan frekwensi pembawa gambar
dengan center frekwensi 38.9Mhz dan sinyal
pembawa suara dengan center frekwensi
33.4Mhz. Atau secara keseluruhan SAW fiter
mempunyai “frekwensi respons” (melewatkan
hanya frekwensi) mulai dari 33.15 hingga
40.15Mhz. Kita patut sangat berterima kasih
dengan penemuan alat semacam ini, sebab
sebelum diketemukan SAW filter pada teve
model sebelum tahun 80’an, untuk membuat
filter band pass semacam ini dibutuhkan sirkit
yang terdiri 3 hingga 5 buah macam coil yang
perlu diajust pada berbagai macam frewkwnsi
yang berbeda. Dan ajustmen hanya dapat
dilakukan dengan peralatan yang khusus.
Kelebihan penggunaan SAW filter :
* Dengan SAW filter kita tidak perlu lagi
melakukan adjustmen.
* Bentuknya kompak, kecil dan kuat tidak
gampang rusak.
* Kerjanya stabil pada jangka yang lama.
* dapat memberikan kualitas gambar yang
bagus
Kelemahan SAW filter
SAW filter bekerja dengan cara merubah
getaran listrik frekwensi tinggi menjadi getaran
mekanik akustik pada bagian input, dan
kemudian merubah kembali menjadi getaran
listrik pada bagian output. Hal ini menyebabkan
terjadi kerugian level sinyal atau disebut
“insertion loos”. Oleh karena itu maka
dibutuhkan satu tingkat penguat transistor
untuk mengkompensasi kerugian semacam ini.
Kenapa dinamakan SAW filter.
Getaran mekanik menjalar lewat benda padat
melalui 2 macam cara :
* Bulk wave – gelombang menjalar melalui
bagian dalam benda padat.
* Surface wave - gelombang menjalar melalui
bagian permukaan benda padat.
Pada SAW filer sinyal input menjalar ke bagian
output melalui bagian permukaan sejenis kristal
yang digunakan sebagai bahan pembuatannya.
Pin-out SAW filter yang berbentuk in-line (sisir)
* 1. Input
* 2. Input Gnd
* 3. Chip Gnd
* 4. Output (IF in)
* 5. Output (IF in)
1.05.4 Penguat IF
Umumnya sirkit penguat IF menggunakan tiga
tingkat penguat kaskade untuk memperkuat
sinyal video IF. Sirkit menggunakan “balance
input” dari SAW filter.
1.05.5 AGC (Automatic Gain Control)
Sinyal gambar dimodulasikan menggunakan
sistim AM (amplitudo modulasi). Oleh karena itu
cacat amplitudo akan dapat menyebabkan
gambar rusak. Penguat video IF dirancang agar
keluaran dari sirkit video detektor adalah
konstant sebesar 2v pp. Padahal kekuatan
sinyal RF input yang diterima oleh antena
berbeda-beda pada setiap stasiun pemancar.
Jika sinyal RF yang diterima antena terlalu
kuat, maka dapat mnyebabkan sinyal keluaran
melebihi 2v pp, dan hal ini dapat menyebabkan
sinkronisasi sinyal gambar cacat atau hilang
sama sekali karena terpotong (clipped). Untuk
mencegah hal ini terjadi maka digunakan sirkit
AGC, yang fungsinya adalah untuk
“mengurangi faktor penguatan” bagian penguat
video IF jika sinyal RF yang diterima terlalu
kuat, dengan tujuan untuk menjaga agar level
keluaran sinyal video tetap terjaga konstan
pada level 2v pp. AGC bekerja dengan sistim
loop umpan balik tertutup, kuat lemahnya sinyal
keluaran dari sirkit video detektor digunakan
sebagai umpan balik untuk pengendalian faktor
penguatan pada bagian IF amplifier dan Tuner.
Ada 2 macam sirkit AGC yang bekerja pada
bgaian video IF :
* IF AGC – Merupakan sirkit internal didalam ic
video IF yang berfungsi untuk mengurangi
faktor penguatan bagian sirkit penguat video IF.
* RF AGC – Merupakan sirkit yang bekerja
eksternal. Jika penguatan bagian penguat video
IF sudah minimal tetapi sinyal yang diterima
masih terlalu kuat, maka akan bekerja
eksternal AGC yang akan mengurangi faktor
penguatan bagian penerima Tuner
Ada beberapa tipe sirkit AGC
* Average AGC (AGC rata-rata) - AGC diatur
oleh level tegangan rata-rata sinyal video.
Hasilnya kurang bagus, sebab dipengaruhi oleh
besar kecilnya level sinyal video, padahal
kuatnya sinyal RF antena tetap.
* Peak level AGC - AGC diatur oleh besarnya
level puncak sinyal sinkronisasi. Hasilnya lebih
baik dari average AGC.
* Delayed AGC – atau AGC yang ditunda.
Artinya jika sinyal yang diterima masih lemah
tidak terlalu kuat maka AGC belum akan aktip
bekerja. AGC baru akan mulai bekerja jika
sinyal yang diterima antena sudah melebihi
level yang ditentukan.
1.05.6 PLL atau VCO video detektor
Istilah lainnya yang kadang digunakan untuk
sirkit ini adalah Video demodulator, Low level
detector. Teve jaman kuno detektor
menggunakan diode germanium yang bekerja
seperti prinsip diode penyearah. detektor
semacam ini mempunyai kelemahan dimana
informasi gambar akan kehilngan deteil pada
sinyal gambar yang levelnya kecil. Sehingga
saat ini video detektor menggunakan sirkit low
level detektor. Sistim kerjanya secara detail
bermacam-macam tergantung dari desain
pabrikan ic tersebut.
Salah satunya adalah seperi contoh dibawah ini.
Adalah VCO (voltage control osilator)
merupakan pembangkit frekwensi tinggi dimana
frekwensinya dapat dikendalikan secara
otomatis dengan sirkit PLL (Phase Lock Loop)
agar frekwensi dan phasanya selalu tepat
dengan frekwensi sinyal pembawa IF 38.9Mhz.
Sinyal ini digunakan untuk mendeteksi atau
“menyaring” sinyal gambar dari sinyal
pembawanya (atau memisahkan sinyal video
dari sinyal pembawa gambar 38.9Mhz).
Pada sirkit video IF model lama masih
membutuhkan eksternal coil yang perlu diajust
tepat pada frekwensi 38.9Mhz. Tetapi
perkembangan selanjutnya pada model-model
baru tidak lagi digunakan eksternal coil ini, dan
adjustmen dapat dilakukan oleh mikroprosesor
melalui komunikasi data IC2CBus (SDA/SDL).
Ada 2 macam sinyal keluaran dari sirkit video
detektor, yaitu
* Sinyal gambar atau CVBS yang akan
diproses oleh bagian video prosesor untuk
mendapatkan kembali sinyal RGB setelah
melalui sirkit “sound trap 5.5Mhz” untuk
mencegah agar sinyal suara FM 5.5 tidak ikut
masuk.
* Sinyal pembawa suara FM 5.5 Mhz yang
akan diproses oleh bagian FM audio prosesor
untuk mendapakan sinyal suara (audio) setelah
melalui BPF (band pass filter) 5.5Mhz
1.05.7 AFT (Automatic Fine Tuning)
Karena faktor kelembaban, faktor panas,
faktor waktu pemakaian teve maka frekwensi
tuning pada Tuner dapat bergeser karena
karakteristik komponen-komponennya yang
berubah. Dimana hal ini dapat menyebabkan
warna hilang atau suara ngeses/kemresek.
Untuk menjaga problem seperti ini terjadi maka
digunakan sirkit AFT.
Jika tegangan tuning bergeser maka akan
mengakibatkan frekwensi keluaran dari tuner
tidak lagi tepat pada 38.9Mhz, misalnya
keluaran menjadi 38 Mhz. Sirkit AFT akan
membandingkan frekwensi keluaran ini dengan
frekwensi referensi coil AFT yang diadjust
tepat pada 38.9. Kalau ada perbedaan
frekwenis sirkit AFT akan meng-output-kan
“tegangan koreksi dc” lewat pin AFT-out ke
bagian mikrokontrol, dan mikrokontrol akan
mengkoreksi tegangan tuning yang bergeser ini
sehingga frekwensi keluaran dari tuner kembali
tepat pada 38.9Mhz. Jadi tepatnya sirkit AFT
berfungsi untuk menjaga keluaran dari tuner
agar selalu tepat pada frekwensi 38.9Mhz.
Pada sirkit model lama AFT masih
membutuhkan eksternal coil yang harus
diadjust tepat pada frekweni 38.9Mhz, tetapi
pada model-model baru eksternal coil sudah
tidak diperlukan lagi.
Switch AFT on-off
* Pada teve model lama terdapat manual switch
“AFT on-off” pada bagian front panel. Pada saat
melakukan pemrograman chanel posisi harus
“off”. Setelah selesai melakukan pemrograman
semua chanel, maka harus kembalikan lagi
pada posisi “on”
* Pada teve model baru switch semacam ini
sudah tidak diketemukan lagi, tetapi secara
otomatis akan dilakukan oleh mikrokontrol.
Pada saat dilakukan manual/auto search
otomatis AFT pada kondisi “off”.
* Nomor Chanel yang telah dirubah dengan
“Fine tuning” maka AFT otomatis akan menjadi
“off” tidak bekerja dan biasanya ditandai
dengan warna nomor chanel yang berubah
menjadi kuning.
Tegangan AFT mempunyai fungsi ganda, yaitu
* Menjaga secara otomatis agar tegangan
tuning selalu tepat.
* Sebagai sinyal kontrol saat manual/auto
search agar dapat stop secara otomatis atau
dimemori secara otomatis bersama dengan
sinyal “video indentifikasi”.
1.05.8 Noise Inverter
Sirkit noise inverter dipasang sesudah sirkit
video detektor. Digunakan untuk
menghilangkan gangguan noise frewkwnsi
tinggi. yang ada pada sinyal gambar (video).
Ada 2 macam gangguan frekwensi tinggi, yaitu
* Black noise – yaitu gangguan noise yang
berupa garis-garis pendek berwarna hitam.
* White noise – yaitu gangguan noise yang
berupa garis-garis pendek berwarna putih.
Dinamakan noise inverter, karena pada sirkit ini
untuk menghilangkan noise digunakan sebuah
sirkit inverter. Suatu sirkit filter frekwensi tinggi
digunakan untuk menyaring agar hanya
frekwensi tinggi yang berisi noise saja yang
dapat lewat. Kemudian frekwensi tinggi ini
phasanya dibalik 180 derajad. Sinyal frekwensi
tinggi yang phasanya dibalik ini kemudian
dicampur (mixing) dengan sinyal video yang
masih mengandung noise. Hasilnya sinyal
frekwensi tinggi yang phasenya dibalik akan
saling menghilangkan dengan noise frekwensi
tinggi yang dibawa sinyal video, karena
phasenya berlawanan. Maka keluaran dari
noise inverter akan merupakan sinyal video
yang bebas dari noise.
1.04.9 Video Indentifikasi (ID)
Istilah lainnya adalah SD (Sync Detect) atau HS
(Hor Sync). Merupakan sirkit yang akan meng-
output-kan tegangan pulsa dc jika bagian
penguat video IF menerima siaran teve. Sinyal
ini sebenarnya merupakan sinyal “sinkronisasi
horisontal”.
Sinyal ini digunakan untuk membedakan antara
sinyal teve dari gangguan sinyal lainnya yang
mungkin diterima antena, misalnya harmonic
dari siaran amatir dan berfungsi untuk :
* Sebagai refernsi sinyal stop pada saat manual/
auto search dengan sinyal tegangan AFT. Pada
saat manual/auto search pin-video indentifikasi
akan berubah sesaat dari nol menjadi “high”
ketika pas terima siaran.
* Sebagi kontrol sinyal video-mute (blue back).
Jika tidak terima siaran maka pin-video
indentifikasi tegangannya nol. Tegangan ini
diiputlan ke mikrokontrol dan selanjutnya
mikrokontrol akan melakukan audio/video
muting.
Sirkit video IF model lama belum menggunakan
sirkit semacam ini, karena model lama belum
mempunyai fasilitas manual/auto search.
Contoh pin-keluar sinyal video indentifiction
* TA8690 - pin-21
* LA76810A – pin-22
* TDA8361/62 - pin-14
* TB1238 - pin-31
* Pada ic model baru video indentifikasi
menggunakan komunikasi lewat IC2Bus (SDA/
SCL)
1.05 Mengapa pada sirkit yang menggunakan ic
UOC (ultimate one chip) tidak menggunakn sirkit
pre-amp sebelum SAW filter.
Dengan ic UOC memungkinkan untuk dibuat
suatu penguat video IF yang sangat tinggi. Oleh
karena itu kompensasi “insertion loss” dilakukan
didalam ic UOC atau istilahnya teknisnya “post
pre-amp”.
Courtesy Marsono tv

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)